Home > Aqidah > KLASIFIKASI HADITS BERDASARKAN NISBAT

KLASIFIKASI HADITS BERDASARKAN NISBAT

KLASIFIKASI HADITS BERDASARKAN NISBAT

by : Dunia Pesantren

HADIS QUDSI

a. Pengertian Hadis Qudsi

Secara terminologi hadis qudsi adalah :

هومانقل اليناعن النبي صل الله عليه وسلم مع اسناده اياه الى ربه عزوجل

Yaitu hadis yang diriwayatkan kepada kita dari Nabi SAW yang disandarkan oleh beliau kepada Allah SWT.

Atau :

 كل حديث يضيف فيه الرسول صل الله عليه وسلم قولا الى الله عزوجل.

Setiap hadis yang disandarkan Rasulullah SAW perkataannya kepada Allah Azza wa Jalla

Definisi tersebut menjelaskan bahwa hadis Qudsi itu adalah perkataan yang bersumber dari Rasulullah SAW, namun disandarkan beliau kepada Allah SWT. Akan tetapi, meskipun itu perkataan atau firman Allah, hadis Qudsi bukanlah al-Quran.

b. Perbedaan antara Hadis Qudsiy dan al-Quran

antara al-Quran dan Hadis Qudsiy terdapat beberapa perbedaan, yaitu :

1) Al-Quran lafaz dan maknanya berasal dari Allah SWT. Sedangkan hadis Qudsi maknanya berasal dari Allah SWT, sementara lafaznya dari Rasulullah SAW

2) Al-Quran hukum membacanya adalah ibadah, sedangkan hadis Qudsi membacanya tidak dihukumi ibadah

3) Periwayatan dan keberadaan al-Quran disyaratkan harus mutawatir, sementra hadis Qudsi periwayatannya tidak disyaratkan mutawatir

4) Al-Quran adalah mukjizat dan terpelihara dari terjadinya perubahan dan pertukaran serta tidak boleh diriwayatkan secara makna. Sedangkan hadis Qudsi bukanlah mukjizat, dan lafaz serta susunan kalimatnya bisa saja berubah, karena dimungkinkan untuk diriwayatkan secara makna

5) Al-Quran dibaca di dalam shalat sedangkan hadis qudsi tidak

c. Perbedaan antara Hadis Qudsi dengan Hadis Nabawi

Berdasarkan pengertian dan criteria yang dimilki hadis Qudsi, terdapat perbedaan antara hadis Qudsi dan hadis Nabawi, yaitu :

Bahwa Hadis Qudsi, nisbah atau pebangsaannya adalah kepada Allah SWT, dan Rasulullah berfungsi sebagai yang menceritakan atau meriwayatkannya dari Allah SWT. Oleh karena itu, dihubungkanlah hadis tersebut dengan al-Quds (maka dinamai Hadis Qudsi), atau dengan al-Ila (maka dinamai Hadis Ilahi)

Sedangkan Hadis Nabawi, nisbah atau pebangsaannya adalah kepada Nabi SAW dan sekaligus peiwayatannya adalah dari beliau.

عن أبي ذ ررضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما روي عن الله تبا رك وتعا لى انه قال : ياعبادي اني حرمت الظلم على نفسي و جعلته بينكم محرما فلا تظالموا.

Dari Abi Dzar r.a, dari Nabi SAW menurut apa yang diriwaytkan beliau dari Allah SWT, bahwasanya Dia berfirman ,” wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharapkan berbuat aniyaya atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu diantar kamu sebagai perbuatan yang haram, maka oleh karena itu jangan lah kamu saling berbuat aniaya.

e. Lafadz-lafadz hadis Qudsi

didalam meriwayatkan hadis Qudsi, ada dua lafaz yang digunakan, yaitu :

قال رسول الله صلي الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عز وجل.

Bersabda Rasulullah SAW menurut apa yang diriwayatkan beliau dari Allah SWT

قال الله تعالي , فيما رواه عنه رسول الله صلي الله عليه وسلم .

Berfirman Allah SWT menurut yang diriwayatkan dari padaNya oleh Rasulullah SAW.

2. HADIS MARFU’

a. Pengertian Hadis Marfu’

Hadis Marfu’ adalah :

مااضيف الى النبي صلى الله عليه وسلم من قول او فعل اوتقريرأوصفة.

Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW berupa perkataan , perbuatan, taqrir (ketetapan) atau sifat.

Dari definisi di atas dapat difahami bahwa segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah SAW, baik perkataan, perbuatan, taqrir, ataupun sifat beliau disebut dengan hadis Marfu’. Orang yang menyandarkan itu boleh jadi Sahabat, atau selain sahabat. Dengan demikian, sanad dari hadis Marfu’ ini bisa Muthasil, bisa pula Munqathi, Mursal, atau Mu’dhal dan Mu’allaq.

b. Hukum Hadis Marfu’

Hukum hadis Marfu’ tergantung pada kwalitas dan bersambung atau tidaknya sanad, sehingga dengan demikian memungkinkan suatu hadis Marfu’ itu berstatus shahi, hasan, atau dhaif.

3. HADIS MAUQUF

a. Pengertian Hadis Mauquf

Beberapa ulama hadis memberikan terminology hadis Mauquf sebagai berikut :

هوما رواه عن الصحابي من قول له أو فعل أو تقرير , متصلا كان أو منقطعا.

Yaitu segala sesuatu yang diriwayatkan dari sahabat dalam bentuk perkataan, perbuatan, atau taqrir beliau, baik sanadnya muttashil atau munqathi.

ما أضيف الى الصحا بي من قول أو فعل أو تقو ير.

Sesuatu yang disandarkan kepada sahabat berupa perkataan, perbuatan, atupun taqrir beliau.

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang diriwayatkan atau dihubungkan kepada seorang sahabat atau sejumlah sahabat baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, disebut hadis mauquf, dan sanad hadis mauquf tersebut boleh jadi muttashil atau munqathi.

Contoh hadis mauquf :

قول البخاري : قال علي بن أبي طا لب رضي الله عنه : حدثوا الناس بما يعر فون, أ تريدون ان يكذب الله ورسوله.

Bukhari berkata, “Ali r.a berkata, bicaralah dengan manusia tentang apa yang diketahui/difahaminya, apakah kamu ingin bahwa Allah dan Rasul-Nya didustai.”

قول البخاري : وأم أنُِِِ عَباس وهوميمم.

Bukhari berkata, “dan Ibnu Abas telah menjadi imam dalam shlat sedangkan dia bertayamum.”

Para Fuqoha Khurasan menamai hadis mauquf dengan atsar, dan hadis marfu dengan khabar. Namun para ahli hadis menamai keduanya dengan atsar. Karena atsar pada dasarnya berarti riwayat atau sesuatu yang diriwayatkan.

b. Hadis Mauquf yang berstatus Marfu’

Diantara hadis mauquf terdapat hadis yang lafadz dan bentuknya mauquf, namun setelah dicermati hakikatnya bermakna marfu’, yaitu berhubungan dengan Rasul SAW. Hadis yang demikian dinamai oleh para ulama hadisdenganal-Mauquf lafdzhan al-Marfu’ ma’nan,yaitu secara lafaz berstatus mauquf, namun secar mkana bersifat marfu’

c. Hukum hadis Mauquf

Apabila suatu hadis mauquf berstatus hukum marfu sebagaimana yang dijelaskan diatas, dan berkwalitas shahih atau hasan, maka ststus hukumnyapun sama dengan hadis marfu itu.

Akan tetapi jika tidak berstatus marfu, maka para ulama hadis berbeda pendapat tentang kehujahannya.

4. HADIS MAQTHU’

a. Pengertian Hadis Mqthu’

secara terminology hadis maqthu’ adalah :

وهو الموقوف التابعي قولا له أوفعلا.

Yaitu sesuatau yang terhenti (sampai)pada Tabii baik perkataan maupun perbuatan tabi’i tersebut.

ماأضيف الى التابعي أو من دونه من قول أوفعل .

Sesuatu yang disandarkan kepada tabi’i atau generasi yang datang sesudahnya berupa perkataan atau perbuatan.

Hadis Maqthu tidak sama dengan munqhati, karena maqthu adalah sifat dari matan, yaitu berupa perkataan Tabi’in atau Tabi at-Tabi’in, sementar munqathi adalah sifat dari sanad, yaitu terjadinya keterputusan sanad.

b. Contoh Hadis Maqthu’

قول الحسن البصري في الصلاة خلف المبتدع : صل وعليه بد عته.

Perkataan Hasan Bashri mengenai shalat di belakang ahli bid’ah” Shlatlah dan dia akan menanggung dosa atas perbuatan bid’ahnya”

c. Status Hukum Hadis Maqthu’

Hadis Maqthu’ tidak dapat dijadiakan sebagai hujjah atau dalil untuk menetapkan suatu hukum, karena status dari perkataan Tabi’in sama dengan perkataan Ulama lainnya.

KESIMPULAN

Ø hadis adalah sesuatu yang disandarkan kepada nabi baik berupa perkataan, perbuatan atau ketetapan beliau. Akan tetapi jika dicermati secara mendalam maka akan ada beberapa klasifikasi yang ditinjau kepada siapakah hadis tersebut disandarkan. Yaitu:

hadis qudsi,hadis marfu’,hadis mauquf,hadis maqthu’.

DAFTAR PUSTAKA

Ø Al-khatib, M. Ajaj, “Usul al-hadis:’ulumuhu wa mustlahuhu”:Dar al-fikr, 1409 H/1989 M

Ø At-tohal Mahmud, “Taisir mustalah al-hadis” Beirut: Dar Al-qur’an Al-karim, 1399 H/ 1979 M

Ø Yuslem Nawir, “’Ulumul-Hadis”Jakarta, PT. Mutiara Sumber Widya 2001

Categories: Aqidah Tags: , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: