Home > Tugas Kuliah > Profesionalisme Guru

Profesionalisme Guru

PROFESIONALISME GURU

PENDAHULUAN

Permasalahan dalam proses belajar sebenarnya memiliki kandungan substansi yang “misterius’. Berbagai macam teori belajar telah ditawarkan para pakar pendidikan dengan berharap dapat ditempuh secara efektif dan efisien, dengan implikasi waktu cepat dan hasilnya banyak. Namun, sampai saat ini belum ada satupun teori yang dapat menawarkan strategi belajar secara tuntas. Masih banyak persoalan-persoalan dalam proses belajar yang belum tersentuh oleh teori-teori tersebut.

Kompleksitas persoalan yang terkait dengan belajar inilah yang menjadi penyebab sulitnya menuntaskan strategi belajar. Ada banyak faktor yang mesti dipertimbangkan dalam belajar, baik yang bersifat internal maupun yang eksternal. Diantara sekian banyak faktor eksternal terdapat guru yang sangat berpengaruh terhadap siswa. Sukses tidaknya para siswa dalam belajar di sekolah, sebagai penyebab tergantung pada guru. Ketika berada di rumah, para siswa berada dalam tanggung jawab orang tua, tetapi di sekolah tanggung jawab itu diambil oleh guru. Sementara itu, masyarakat menaruh harapan yang besar agar anak-anak mengalami perubahan-perubahan positif-konstruktif akibat mereka berinteraksi dengan guru.

Harapan ini menjadi suatu yang niscaya terutama ketika dikaitkan dengan mutu pendidikan. Pembahasan mutu pendidikan betapapun akan terfokuskan pada input- proses-output. Input terkait dengan masyarakat sebagai “pemasok”sedangkan outuput terakait dengan masyarakat sebagai pengguna. Adapun proses terkait dengan guru sebagai pembimbing. Dataran proses inilah yang paling determinan dalam mewujudkan sitasi pembelajaran di sekolah baik yang membelenggu, atau sebaliknya membebaskan, membangkitkan dan menyadarkan.

Denga harapan yang sangat besar tersebut, menyebabkan tekanan tersendiri bagi seorang pendidik yang disebut dengan guru. Guru harus mampu mentransfer ilmu kepada siswa sehingga hasilnya akan sesuai dengan yang diharapkan. Hasil yang baik biasanya berawal dari bahan yang baik pula, dengan ramuan yang sesuai maka akan menghasilkan hasil yang maksimal. Dalam hal ini jika diterapkan dalam proses pendidikan, siswa adalah bahan, dan guru adalam pemroses, nilai yang baik adalah hasil dengan standart tertentu. Dalam banyak hal, terutama dikota – kota besar, bahan yang baik ini tentunya telah tersedia terutama di sekolah favorit dan unggulan, namun lain halnya di daerah dengan bahan yang mungkin sangat berbeda dengan yang ada dikota, tentu guru harus mampu meramu agar dapat menghasilkan sebuah hasil yang maksimal.

Untuk mencapai hasil yang diharapkan, pelbagai model pembelajaranpun diterapkan, diantaranya model bank, pembelajaran model bank ini telah menempatkan guru dan siswa dalam posisi berhadap-hadapan. Guru sebagai subyek dan siswa sebagai obyek, guru yang “menakdirkan” sedangkan siswa yang “ditakdirkan”, guru sebagai peran dan siwa sebagai yang diperankan. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan guru sebagai penindas sedang siswa sebagai tertindas. Freire setidaknya telah mengungkapkan peran yang kontras itu sebagai berikut:

  1. guru mengajar, murid diajar
  2. guru mengethui segala sesuatu, murid tidak tahu apa-apa
  3. guru berfikir, murid dipikirkan
  4. guru bercerita, murid patuh mendengarkan
  5. guru menentukan peraturan, murid diatur
  6. guru memilih dan memaksakan pilihannya, murid menyetujuinya
  7. guru berbuat, murid membayangkan dirinya berbuat melaui perbuatan gurunya
  8. guru memiliki bahan dan isi pelajaran, murid (tanoa diminta pendapatnya) menyesuaikan diri dengan pelajaran itu.
  9. guru mencampur adukkan kewenangan ilmu pengetahuan dan kewenangan jabatannya, yang ia lakukan untuk menghalangi kebebasan murid
  10. guru adalah subyek dalam proses belajar, murid adalah obyek belaka 1

 Pengajaran model demikian ini memposisiskan guru sebagai pihak yang ”menang”sedangkan siswa sebagai pihak yang “kalah”, suatu dikootomi yang mestinya tidak layak terjadi mengingat pengajaran bukan proses perbandingan sehingga ada yang menag dan ada yang kalah. Dengan istilah lain pengajar ini terkadang disebut pengajaran model komando. Seorang komandan dalam militer posisinya selalu diatas, memegang perintah yang harus ditaati.

PROFESIONALISME GURU

Profesionalisme menjadi taruhan ketika mengahadapi tuntutan-tuntutan pembelajaran demokratis karena tuntutan tersebut merefleksikan suatu kebutuhan yang semakin kompleks yang berasal dari siswa; tidak sekedar kemampua guru mengauasi pelajaran semata tetapi juga kemampua lainnya yang bersifat psikis, strategis dan produktif. Tuntutan demikian ini hanya bisa dijawab oleh guru yang professional.

Oleh karena itu, Sudarwan Danim menegasakan bahwa tuntutan kehadiran guru yang profesional tidak pernah surut, karena dalam latar proses kemanusiaan dan pemanusiaan,ia hadir sebagai subjek paling diandalkan, yang sering kali disebu sebagai Oemar bakri.

Istilah professional berasal dari profession, yang mengandung arti sama dengan occupation atau pekerjaan yang memerlukan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan atau latihan khusus. ada beberapa pengertian yang berkaitan dengan professionalisme yaitu okupasi, profesi dan amatif. Terkadang membedakan antar para professional, amatir dan delitan. Maka para professional adalah para ahli di dalam bidangnya yang telah memperoelh pendidikan atau pelatihan yang khusus untuk pekerjaan itu.

Kemudian bagaimanakah hubungan profesional dengan kompetensi? M. Arifin menegaskan bahwa kompetensi itu bercirikan tiga kemampuan profesional yang kepribadian guru, penguasa ilmu dan bahan pelajaran, dan ketrampilan mengajar yang disebut the teaching triad.  Ini berarti antara profesi dan kompetensi memilki hubungan yang erat: profesi tanpa kompetensi akan kehilangan makna, dankopetensi tanpa profesi akan kehilanga guna.

Untuk memahami profesi, kita harus mengenali melaui Ciri-cirnya. Adapun ciri-ciri dari suatu profesi adalah:

  1. memiliki suatu keahlian khusus
  2. merupakan suatu penggilan hidup
  3. memiliki teori-teori yang baku secara universal
  4. mengabdikan diri untuk masyarakat dan bukan untuk diri sendiri
  5. dilengkapi dengan kecakapan diagnostik dan kompetensi yang aplikatif
  6. memiliki otonomi dalam melaksanakan pekerjaannya
  7. mempunyai kode etik
  8. mempunyai klien yang jelas
  9. mempunyai organisasi profesin yang kuat
  10. mempunyai hubungan dengan profesi pada bidang-bidang yang alin.

Ciri-ciri tersebut masih general, karena belum dikaitkan dengan bidang keahlian tertentu. Bagi profesi guru berarti ciri-ciri itu lebih spesifik lagi dalam kaitannya dengan tugas-tugas pendidikan dan pengajaran baik di dalam maupun di luar kelas.

KESIMPULAN

Selama ini model pembelajaran dalam pendidikan masih seperti ungkapan paul Freire, pendidikan”gaya bank” yang bersifat penindasan pada siswa. Keadaan ini harus diubah menjadi pendidikan (Pembelajaran) yang demokratis yang membawa misi pembebasan bagi mereka. Untuk mewujudkan model pendidikan yang emansipatoris itu dibutuhkan guru yang profesional.

Profesional guru tercermin dalam berbagai keahlian yang dibutuhkan pembelajaran baik terkaut dengan bidang keilmuan yang diajarkan,”kepribadian”, metodologi, pembelajaran, maupun psikologi belajar.

Profesionalisme tidak selaknya menjadi alasan untuk menggunakan berbagai cara yang tidak baik termasuk memberikan kunci jawaban pada saat ujian kelulusan sekolah agar siswa dapat lulus semua dan membiarkan siswa menjalani kegiatan contek masal. Profesionalisme sudah selayaknya mampu membuat siswa mengerti bahwa yang benar adalah benar, bukan mencari pembenaran.

DAFTAR PUSTAKAN :

Materi Umum diambil dari : http://www.infoskripsi.com/Article/Profesionalisme-Guru.html

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: